WASPADAI VIRUS CORONA MENKES PERINTAHKAN JAGA KETAT BANDARA DAN PELABUHAN

0
3

Jakarta,mediarakyatnusantara.com.- Berita merebaknya virus baru corona yang menyebabkan wabah SARS dan MERS mematikan dari Kota Wuhan, Cina Tengah dilaporkan semakin mewabah. Untuk menghindari penyebaran virus ini di Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto langsung melakukan antisipasi dengan memerintahkan bawahannya untuk menjaga ketat jalur masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan.

“Semua bandara dan pelabuhan waspada,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Terawan mengatakan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan itu sudah menyasar Bangkok. Bahkan, berdasarkan laporan terbaru hari ini sudah masuk ke Jepang. “Nah sekarang ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu,” jelas Terawan

Terawan mengaku belum mengetahui model penyebaran virus yang diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru itu. “Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap lebih dari 50 kasus pnemonia di kota Wuhan, China Tengah, kemungkinan disebabkan oleh jenis baru dari virus yang menyebabkan wabah SARS dan MERS mematikan.

Berdasarkan hasil laporan dari China Central Television (CCTV), pada 7 Januari 2020, pihak laboratorium telah mendeteksi tipe baru dari virus corona. Hal tersebut dikutip berdasarkan hasil tes patogen dari kelompok pakar penilaian awal yang lebih meyakinkan.

Jenis virus pnemonia misterius ini telah menginfeksi puluhan orang dan membuat seluruh Asia waspada.

Coronavirus merupakan jenis “keluarga besar” virus yang dapat menyebabkan infeksi, mulai dari flu biasa hingga SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang merupakan sindrom pernapasan akut parah.

Jenis coronavirus baru yang menyebabkan wabah ini berbeda dari coronavirus manusia yang ditemukan sebelumnya, dan untuk pemahaman lebih lanjut tentang virus ini, diperlukan sebuah penelitian yang lebih ilmiah.(red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here