Tiga Provinsi di Pulau Jawa Lumpuh Akibat Pemadaman Listrik

Mediarakyatnusantara.com, Jakarta (5/8) -Aliansi Relawan Jokowi menyikapi Pemadaman listrik di tiga Provinsi di pulau Jawa melumpuhkan sektor bisnis, rumah tangga dan pedagang kecil. Pasalnya pemadaman listrik selama 10 jam tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat terlebih dahulu. Situasi itu yg membuat masyarakat panik, mengalami kerugian dan menuding PLN sewenang wenang serta tidak profesional. Keadaan itu yg membuat ARJ prihatin dan menyatakan protes keras kepada:

  1. Kementerian ESDM telah sewenang-wenang memperlakuan pemadaman listrik tanpa pemberi tahuan kepada masyatakat. Ini menunjukkan kurangnya profesionalisme PLN;
  2. Kurangnya profesionalisme patut menjadi catatan bahwa PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara telah salah urus dan melakukan tindakan kesalahan prosedur dalam tata kelola BUMN yg berorientasi pelayanan;
  3. Menurut permen ESDM no.27 Tahun 2017 tentang Standar Mutu Pelayan dan Biaya Ganti Rugi sudah sepatutnya masyarakat mendapat ganti rugi. Tuntutan Kerugian didadari oleh pemadaman listrik yg ditaksir kerugian masyarkat sebesar Rp 1,8 Triliun selama 10 Jam Pemadaman listrik di tiga provinsi tersebut;
  4. PT PLN (persero) yg kekurangan pasokan di tiga provinsi itu bukan tidak mampu dipenuhi beban itu oleh PLN, tetapi kekurangan pasokan 9000 Megawatt, akibat kurang mampunya PLN mengantisipasi permintaan pasokan besar khususnya daerah Depok, Bekasi dan Jakarta, sehingga kemampuan yg hanya 13.000 megawatt sudah berlarut2 lama dibiarkan oleh PLN, sehingga kekurangan beban itu dipenuhi dgn cara pemadaman bergilir;
  5. Dengan kekurangan nyamanan masyarakat dan kerugian sebesar Rp 1.8 T kami dari ARJ menghimbau pemerintah dalam hal ini PT PLN (persero) segera menghitung kerugian masyarakat selama 10 jam pemadaman listrik tanpa pemberitahuan itu, dan sekaligus agar permen ESDM no.27 tahun 2017 tentang standar mutu pelayan dan biaya ganti rugi di jafikan payung hukum untuk mengganti kerugian itu.

Demikian pernyataan sikap ARJ dalam merespon pemadaman listrik yg dilakukan PLN. ARJ pun menggunakan hak bela rakyat terhadap kurang profesionalnya tata kelola listrik yg dilakukan PLN.

Jakarta, Agustus 2019

KORDINATOR ARJ
AIDIL FITRI, SH (Ketum FOREDER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *