Terungkap Dipersidangan terdakwa T M.Nazar Sudah mengembalikan Fee Proyek Pipa Bekasi Ke KPK

Tim kuass hukum para terdakwa perkara kurupsi PUPR

jakarta, mediarakyatnusantara.com –Pengadilan Tindak pidana Korupsi Pengadilan Negeri jakarta pusat kembali menyidangkan Empat Pejabat Cipta Karya PUPR 19/6/2019.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan saksi M. Sundoro alias Icun yang saat itu menjabat sebagai Mantan Direktur Pengembangan SPAM PUPR tahun 2017-2018. Saat ini menjabat sebagai Kepala Sekertariat BPPSPAM PUPR, Saksi Agus Ahyar sebagai Direktur SPAM Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Agustus 2018 sampai saat ini, Saksi Sri Hartoyo Mantan Dirjen Cipta Karya PUPR tahun 2016-2018,  Saksi Indra Kartasamita menjabat sebagai PPK Pembangunan SPAM Wilayah 1 A Satker SPM Strategis Cipta Karya PUPR, Saksi Diah Prameswari menjabat sebagai PPK Pembangunan SPAM Wilayah II B Satker SPAM Strategis Cipta Karya PUPR, Saksi Budi Suharto menjabat sebagai Direktur Utama PT. WKE, Saksi Lili Sundarsih menjabat sebagai Direktur Keuangan PT. WKE.

Jaksa Penuntut Umum KPK menanyakan kepada saksi-saksi tersebut apakah saksi juga turut menerima pemberian dari pihak swasta, berdasarkan keterangan saksi-saksi tersebut terungkap saksi M. Sundoro alias Icun turut juga menerima Rp 650 juta, Saksi Agus Ahyar menerima Rp 400 juta, Saksi Sri Hartoyo menerima Rp 550 Juta, saksi Indra Kartasamita menerima Rp110 juta dan 20 ribu dollar USD, saksi Diah Prameswari menerima 340 Juta dan 20 ribu dollar USD, saksi menjelaskan keseluruhan uang tersebut telah dikembalikan ke KPK.

Dalam persidangan saksi Budi Suharto, Saksi Lili Sundarsih menerangkan mengeluarkan uang atas permintaan dari  Pimpro PT. WKE yakni Untung Wahyudi, Yuliana dan Jimi Pandaan, saksi tidak mengetahui apakah uang yang dimintakan telah benar diserahkan sesuai permintaan, saksi percaya saja kepada ke 3 orang tersebut, saksi tidak pernah menerima permintaan uang langsung dari para terdakwa Anggiat Simare-mare, Meina Woro, Doni Sofyan Arifin dan TM Nazar.

Majelis Hakim Dr. Anwar menanyakan kepada saksi uang apa yang saksi terima tersebut, apakah saksi tidak merasa bersalah dengan menerima uang tersebut, apakah saksi menyesal nggak menerima uang tersebut, satu persatu saksi merasa menyesal.

Jaksa Penuntut Umum KPK juga meminta keterangan saksi M. Sundoro alias Icun, Saksi Agus Ahyar, Saksi Sri Hartoyo tentang adanya permintaan diberikan pronyek Hongaria PUPR oleh Prof. Rizal Djalil (Ketua BPK) untuk diberikan kepada Leo, saksi Sri Utoyo menjawab tidak tau lagi karena telah pensiun, Saksi Sundoro menerangkan yang lebih mengetahui Pak M. Nasir (tidak hadir) dalam persidangan.

Atas keterangan saksi-saksi tersebut Majelis hakim yang di pimpin Rusminar, SH MH memberikan kesempatan kepada para Terdakwa untuk menanggapi keterangan  saksi-saksi tersebut, terdakwa Doni meminta maaf kepada atasannya yang menjadi saksi.

Keempat terdakwa tersebut adalah Empat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat  Simare Mare, Meina Woro Kustinah, Donny Sofyan Arifin dan Teuku M. Nazar.

Terdakwa Anggiat didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 ,sebagai mana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terdakwa Meina Terdakwa Donny dan terdakwa M.Nazar didakwa melanggar pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang Undang Nomr 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo Pasak 64 ayat 1 KUHP.

Dari sekian banyak saksi yang sudah dihadirkan dipersidangan Uang yan diterima T.M.Nazar.merupakan fee dari proyek pipa Bekasi dan sudah dikembalikan ke KPK.

(Fery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *