Terdakwa Tedja Widjaja Diduga Didanai Oleh Cukong

0
7

Jakarta, mediarakyatnusantara.com –Terkait Perkara penggelapan dan penipuan yang saat ini sedang digelar di pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan terdakwa Tedja Widjaja yang diduga di danai oleh seorang cukong dan spikulan pemain saham dengan cara menjual dan menjaminkan sertifikat tanah ke salah satu Bank yang menjadi objek dalam perkara tersebut,hingga menambah panjang kemelut dalam di Universitas 17 Agustus 1945 (Uta’45).

Dalam akun instagramnya Ketua Dewan Pembina Uta 45 Rudiyono Darsono menuliskan,” dugaan tedja widjaya sudah dijualnya kasus ini kepada seorang cukong spekulan saham yang mendanai semua persidangan dan tetek bengeknya serta informasi sudah dibelinya tanah sengketa tersebut melalui sebuah Bank Nasional secara kredit, kami dapatkan dari salah satu konsultan cukong spekulan saham tersebut .

Inalillahi wainalillahi roji’un sudah mati hukum dan nurani di Indonesia saat ini
Tapi kami masih yakin sebagai lembaga pendidikan yang cukup tua dan banyak melahirkan hakim-hakim baik selama ini, masih banyak hakim-hakim yang memiliki nurani baik.

salam pancasila “.

Kasus pemalsuan akta tanah Uta’45 yang melibatkan oknum BPN dan UPPRD Tanjung Priok terkait indikasi adanya gratifikasi telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minggu lalu,Harapan Saya”KPK dan PPATK dapat menelusuri dan Menyelidiki,sumber keuangan yang beredar pada kasus ini.baik kepada pihak Penasehat Hukum maupun yang lainnya Karena Saya menduga, peredaran uang pada kasus ini sangat besar.dan Saya mendapat Informasi dari Konsultan baik Tedja Widjaja maupun PT. Graha Mahardikka,meereka sudah tidak lagi memiliki uang Cukup untuk melanjutkan kasus ini.di Samping semua Komisaris dan Direksi PT. Graha Mahardikkapun sudah mengundurkan diri, karena mereka tidak mau terlibat kejahatan yang di lakukan oleh Terdakwa, seperti Pemalsuan dan penggelapan serta Penyuapan.

Seperti Kesaksian Bapak Bambang Prabowo
Dalam surat Pernyataan yg dibuat Dihadapan Notaris”ucap rudyono.

Rudyono juga menyebut.”hukum yang sudah menjadi genderuwo di tangan para oknum pejabat penegak hukum sontoloyo.
Dilaporkan pemalsuan kepada kepolisian sudah lebih dari 4 tahun, ga pernah selesai dan ga tau sampai dimana prosesnya,Yang datang malah kriminalisasi,Siapa yang bilang saat ini ga ada kriminalisasi ?. Saya saksi hidupnya !!!,Kalau ga tahu jangan asal bicara,ngomong sama *****, sama baunya , !!! Sulitnya melawan mafia tanah !!! Pemerintahan Jokowi sepertinya hanya bayang-bayang, banyak suara tapi tak pernah hadir saat dibutuhkan rakyatnya,Kecuali ada kepentingan !!! Itu menjadi salah satu kekecewaan kami kaum terdidik, yang melihat begitu lemahnya penegakan hukum kepada para bandit berduit saat ini,”ujarnya.

(Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here