Tegakkan Aturan PSBM, SATPOL PP Bekasi Timur Giat Lakukan Monitoring Langsung Dilapangan

0
26

MRN News, Kota Bekasi – Pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang diterapkan bagi seluruh masyarakat Kota Bekasi guna mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 tetap terus berjalan. Seiring dengan penerapan ATHB tersebut, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan guna memberi sosial serta penegakkan aturan baru tersebut.

Begitupun halnya yang kerap dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Bekasi Timur pada Jumat, 02/10/2020 saat melakukan monitoring bersama dengan media ini dilapangan. Dengan dikomandoi oleh Koordinator Lapangan Satpol PP Kec.Bekasi Timur, Agi Gunawan, S.Sos dan di laksanakan oleh Komandan Regu dan Pengendali Operasional (Dalops), Cahyudin berbagai titik pusat keramaian disambangi oleh team ini.

Dengan memberikan arahan serta sosialisasi yang persuasif terkait penegakkan aturan ATHB sesuai dengan PSBM (pembatasan sosial berskala mikro), sejumlah titik kumpul keramaian seperti cafe dapat dibubarkan dan seluruh para pengunjung cafe dapat mematuhi aturan baru tersebut. Tindakan Satpol PP Kec.Bekasi Timur ini sesuai dengan maklumat yang dikeluarkan oleh Walikota Bekasi dengan nomor 440/6086/Setda.TU terkait pembatasan jam operasional tempat usaha barang atau jasa, restoran, tempat hiburan dan pasar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.

Selanjutnya dilakukan juga pembubaran kepada sejumlah warga yang masih terlihat kumpul dan bergerombol sambil ngobrol di seputar Taman Cut Meutia karena melebihi waktu pembatasan jam malam. “Saya harap Saudara-saudara dapat mengerti dan memahami aturan yang tengah diterapkan di Kota Bekasi ini. Mari bersama kita cegah penyebaran pandemi Covid-19 dengan mengurangi berkumpul bersama seperti ini dan patuhi aturan pembatasan waktu,” tegas Cahyudin sambil menghimbau dan membubarkan warga.

Kepada media ini Koordinator Lapangan Satpol PP Kec. Bekasi Timur, Agi Gunawan, S.Sos mengatakan bahwa tindakan persuasif yang dilakukan anggotanya terus diterapkan, namun bila membandel baru kita ambil langkah tegas. “Penegakkan aturan PSBM ini kami lakukan dengan cara persuasif kepada seluruh masyarakat Bekasi Timur khususnya. Namun bila memang masih membandel baru kami ambil langkah tegas seperti penutupan atau disegel,” ujarnya mengakhiri.(J4N5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here