Tedja Widjaja pandai datangkan saksi untuk menutupi kesalahanya, Hakim Giring Perkara Pidana Keranah Perdata.

0
0
Sidang perkara penggelapan dan penipuan dengan terdakwa Tedja Widjaja kembali digelar di pengadilan negeri jakarta utara

jakarta, mediarakyatnusantara.com –Pengadilan negeri jakarta utara kembali menggelar Sidang perkara penipuan dan Pengelapan dengan terdakwa Tedja Widjaja dengan agenda Saksi yang meringankan dari terdakwa.

Majelis hakim diminta agar tegas terhadap saksi saksi yang meringankan terdakwa yang selalu menjawab dengan katanya dan tidak ingat. Dalam keterangan saksi Dwito dipersidangan semua, yang di ceritakan saksi adalah kejadian tahun 2009 sampai dengan 2011 dimana saksi pada saat itu belum ada sama sekali di PT. Saksi Dwito menjadi Direktur pada PT. Graha Mahardikka pada tahun 2012 dan Saksi pelapor Rudyono Darsono sudah mengundurkan diri.

Bagaimana seorang Dwito bisa menjadi saksi dari terdakwa (a de charge). dimana yang bersangkutan tidak mengetahui sama sekali kejadian tersebut atau bersama sama dengan saksi pelapor Rudyono Darsono.

Pada saat kejadian tahun 2009 sampai dengan 2011 pada perusahaan tersebut.
Dan selalu berbicara katanya dan katanya, atau mendengar cerita dari orang lain, tanpa mempunyai Bukti apapun. setiap menjawab pertanyaan ketua Majelis Hakim selalu menjawab dengan” katanya dan lupa.

Dwito Kustidja Hindarto saat menjadi saksi persidangan terdakwa Tedja Widjaja di PN jakarta utara

kesaksiaan saksi yang tak ada kepastian tersebut masih saja diulur terus oleh ketua majelis Hakim Tugiono dan diberikan leluasa memberikan keterangan. Hal tersebut seharusnya dicegah karena saksi banyak tak mengerti tentang dududuk permasalahan Yayasan UTA’45 jakarta, Karena saksi baru masuk di tahun 2012.setelah Rudyono Darsono mengundukan diri, Bahkan saksi memberikan keterangan jauh sebelum dia bergabung di PT GRAHA MAHARDIKA.

sudah pastilah ia bersaksi secara ngarang dan tak memiliki data dan tidak bisa untuk diambil keteranganya sebagai saksi.” ujar Anton SH penasehat hukum Rudyono Darsono.

Dalam bersaksi haruslah orang mengetahui dan melihat kejadian, sementara Dwito Kustidja Hindarto hanya menerangkan katanya. Karena saksi masuk ke PT Graha Mahardika sekitar tahun 2012 sedangkan yang diterangkan saksi kejadian tahun 2009-2011.

Saksi mengaku dirinya adalah pemegang saham PT Graha Mahardika sekitar 40,% PT GM bergerak dibidang pembangunan properti.Saksi menjabat sebagi Dirut PT GM pada 2012. Kali ini majelis hakim menanyakan soal perjanjian, jual beli tanah dan pembangunan gedung.

Menurut saksi ketika Hindarto Budiman (ayah dari saksi) masih hidup ada perjanjian dengan Yayasan Uta 45 dalam hal jual beli tanah yayasan, dan pembangunan gedung sekitar tahun 2010. Saksi juga menerangkan bahwa diriya tahu mengenai kesepakatan harga tanah yang di jual Yayasan Uta45 yaitu Rp 65 milyar. Masih menurut saksi, sudah ada pembayaran Rp 90 juta dengan rincian ada berupa pembangunan gedung, uang tunai, dan melalui tranfer.

Ketika jaksa penuntut umum (JPU) Fedrik Adhar menanyakan, apakah saksi memiliki data pendukung untuk keteranganya itu misalkan bukti transfer,? Saksi mengatakan, tidak mengetahui,” ucapnya.

Serentak saja keterangan saksi membuat pengunjung sidang nyeletuk, artinya pihak Yayasan untung dong Rp 25 milyar dari kesepakatan Rp 65 milyar tapi yang dibayarkan Rp 90 milyar lalu untuk apa capek capek laporkan terdakwa kalau gak ada yang dirugikan ? Ini tipu diatas tipu namanya terdakwa benar benar pandai datangkan saksi untuk menutupi kesalahanya.

Selama persidang ketua majelis Hakim dalam bertanya kepada saksi terkesan berambisi sekali untuk menggiring perkara pidana ini keranah perdata.

Terdakwa dihadapkan ke persidangan oleh JPU karena didakwa telah melakukan penipuan dan penggelapan hingga menyebabkan aset Yayasan Uta45 berupa tanah berpindah tangan Karena perbuatan terdakwa merugikan pihak Yayasan Uta45 Jakarta.

(Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here