Sismanu : Sembako Gratis Sangat di Butuhkan

0
3

Mediarakyatnusantara.com, Jakarta (25/03) – Saat ini, bukan Pemerintah Indonesia saja yg mengalami kesulitan berkaitan dengan himbauan bagi warga untuk tetap tinggal didalam rumah untuk menghindari virus corona, juga dialami oleh negara negara lain di dunia. bedanya negara negara lain tingkat ekonominya mapan, sehingga untuk kebutuhan makan sehari hari tdk masalah, sedang Indonesia warga yg disuruh tinggal diam dirumah dengan tujuan untuk memutus penyebaran virus corona menjadi bingung. Bingung antara ingin mengikuti aturan pemerintah dan tuntutan dapur dirumah.

Menurut Sismanu Ketum Ikatan Ketua RT/RW dan Tokoh Jakarta mengatakan,” Himbauan untuk tetap tinggal dirumah tidak jadi masalah, jika hanya satu dua hari atau bahkan seminggu, akan tetapi jika sampai berminggu minggu akan menjadi masalah besar baginya”.

“Satu sisi ingin mengikuti aturan pemerintah, disisi lain juga tidak mau jika ingin selamat dari virus tp keluarganya justru mati karena kelaparan”, ujar Sismanu

Sismanu menambah,”kebijakan pemerintah menjadi dilematis, biasanya setiap kebijakan selalu berhadapan dengan orang orang pintar atau dgn orang orang yang punya banyak uang, tapi sekarang yang dihadapi justru orang orang yg tidak punya pekerjaan tetap. Hidupnya hanya mengandalkan upah harian untuk bisa makan hari itu.
Maklum mereka mereka ini adalah, kuli panggul pasar, tk bakso, penjual gorengan keliling, pengamen, tukang ojek, tk parkir, pak ogah, sopir, kernet, kuli bangunan, pengemis, gelandangan, tk Gali, tk sorak dll.”

Untuk itu dalam rangka mendukung pemutusan penyebaran virus corona, sebaiknya PemProv DKImembuka pasar murah atau memberi sembako gratis kepada mereka mereka yg termasuk tersebut diatas melalui para ketua RT / RW., mengingat Jakarta merupakan korban virus Corona terbesar perlu mendapat dukungan kesadaran dari warga masyarakat Jakarta. Demikian usul Sismanu Ketua Umum Ikatan RT/ RW dan Tomas Jakarta.

Jakarta memiliki lebih dari 31.000 RT dan 2700 RW. Jika tiap RT dibagi sembako khusus bagi warga yg termasuk kategori tersebut + pekerja Sosial sebanyak 75 – 100 Paket, kondisinya tdk spt sekarang.

Memang akan menelan biaya besar, tp sy yakin angkanya tdk akan menyentuh 1 % dari APBD Provinsi DKI Jakarta.

Lebih baik Pemprov DKI menunda pembangunan Infrastruktur utk tahun 2020 dialihkan untuk sembako warga Jakarta spy tdk membandel keluar rmh karena mencari nafkah untuk keluarga.

“Harapan kita, dengan bantuan Pemprov dapat mengurangi masalah. Karena intinya mereka juga takut pada virus corona”, Tutup Sismanu yang juga sebagai Ketua Umum Indonesia Anti Narkoba (INSANO). Red (25/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here