PASANG IKLAN SEGERA
News

Sekilas Tentang : Lembaga Negara PKRI

Gedung Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Menteng, Jakarta Pusat
Gedung Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Menteng, Jakarta Pusat.

 

MRN – Selama ini, kita telah terlupa atas keberadaan sebuah Lembaga Negara, sebuah institusi yang terbentuk dibentuk didirikan oleh para pendahulu kita, para pemimpin bangsa-bangsa di seantero nusantara, yakni oleh para raja, sultan, ratu, dan bangsawan dari ratusan kerajaan yang bertebaran eksis di wilayah Indonesia di awal tahun 1900-an. Lembaga Negara itu adalah Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia disingkat PKRI. Lembaga ini menjadi satu-satunya wadah yang mempersatukan seluruh Raja, Sultan, Ratu, dan para Bangsawan di tanah air, mempersatukan visi dan misi mereka dalam memandang masa depan rakyat mereka di nusantara yang saat itu mulai dikenal dengan nama Indonesia.

PKRI bukanlah suatu organisasi massa (ormas) atau organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP), bukan juga sebuah yayasan, yang terbentuk dan dibentuk oleh pemerintah, juga bukan karena suatu kepentingan kelompok partai politik, bukan dibentuk oleh masyarakat umum. PKRI bukanlah organisasi seperti yang kita sering dengar di dalam maupun di luar Gedung Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (Gedung Pola) atau yang sering dikenal juga dengan Gedung Proklamasi. Lembaga ini tidaklah seperti ormas PKRI yang diberitakan di google.com, yang sering kita lihat di daerah-daerah berbentuk seperti TNI gadungan bernama Korps Persatuan Perintis Kemerdekaan Batalyon Serba Guna (Yon Serna) Trikora, maupun lain-lainnya, sebagai kelompok-kelompok yang mengklaim diri sebagai pejuang PKRI atau generasi PKRI, organisasi-organisasi yang kemudian membocorkan dan membebankan keuangan negara. Itu bukan LN PKRI sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang (UU No. 5 Tahun 1964 PRPS, PP No. 13 Tahun 1970).

LEMBAGA NEGARA PERINTIS KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA adalah PRESIDIUM RAKYAT INDONESIA, yang merupakan satu-satunya Lembaga Negara yang lahir secara defacto dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat serta kembali kepada rakyat, sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan kata lain, LN PKRI terbentuk secara faktual sebelum bangsa Indonesia merdeka, sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia mewujud. LN PKRI didirikan dengan tujuan untuk memerdekakan bangsa Indonesia dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, Adil dan Makmur. Singkat kata, LN PKRI ADALAH IBU KANDUNG YANG MELAHIRKAN NKRI.

Sejarah Singkat

Cikal-bakal LN PKRI terbentuk sebagai wujud persatuan dan kesatuan para raja, sultan, ratu dan bangsawan, para pemimpin puncak dari lebih 300 kerajaan di seluruh nusantara, dari Sabang hingga ke Merauke, pada Juli 1912 melalui sebuah deklarasi para Raja dan Sultan se-nusantara di Keraton Demak yang disebut Trisandi Gajah Kencana. Deklarasi para Raja dan Sultan itu memiliki arti penting dan strategis dalam menggalang kekuatan rakyat, tidak hanya dalam bentuk kebersamaan rakyat berjuang secara moral dan fisik, tetapi juga dalam bentuk bantuan materi dan finasial. Wadah PKRI inilah kemudian mendorong kelahiran Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang dipandang sebagai Deklarasi Ke-2 PKRI, yang isinya merupakan penegasan yang sangat tegas dan kuat akan visi-misi kemerdekaan dan pembentukan NKRI.

LN PKRI, atau dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1964 PRPS disebut sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan atau Perintis, menjadi lembaga yang aktif memperjuangkan dan mempersiapkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan negara yang akan menjadi wadah perjuangan pembangunan rakyat menuju cita-citanya sebagai masyarakat yang ‘toto tentrem loh jinawi’, masyarakat yang adil dan makmur. PKRI menjadi tempat bermusyawarah para pemimpin bangsa, yang tidak lain adalah para Raja dan Sultan, Ratu dan Bangsawan Nusantara. Seterusnya, PKRI melahirkan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan inilah yang diberi tugas untuk merumuskan visi dan misi bangsa Indonesia, membuat konsep filosofi bangsa serta konstitusi bagi negara yang akan dibentuk nanti.

Hasil kerja BPUPK bentukan PKRI tersebut kemudian dimatangkan dalam beberapa rapat paripurna BPUPKI, yang kemudian kita kenal sebagai Piagam Jakarta, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar. Setelah itu, PKRI membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sebelum badan ini sempat bersidang, situasi dunia yang dilanda Perang Dunia Ke-2 saat itu memberi peluang bagi para anggota PKRI mengambil langkah monumental: MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA, pada tanggal 17 Agustus 1945. Esok harinya, 18 Agustus, PPKI mengadakan sidang paripurna yang pertama, dengan agenda mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI) dan memberikan mandat kepada Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Sampai pada titik ini, LN PKRI telah berhasil gemilang mewujudkan maksud pembentukkannya, yakni melahirkan bangsa Indonesia yang merdeka dan membentuk NKRI.

Itulah PKRI yang sesungguhnya, semoga menjadi perhatian dan pemahaman bersama seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana ungkapan Bung Karno: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jasmerah), maka menjadi kewajiban seluruh putra-putri Indonesia dimanapun berada, dari generasi ke generasi, mempelajari sejarah bangsanya serta menjadikan sejarahnya itu sebagai landasan berpijak dalam membangun negaranya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pantang melupakan jasa para pahlawannya. PKRI adalah wadah para pahlawan perintis kemerdekaan yang melahirkan NKRI, melahirkan bangsa Indonesia menjadi seperti keadaannya hari ini. (MH).

redaksi

Contact : 081286692229

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close
Open chat
ada yang bisa saya bantu
Ada yang bisa kami bantu..?