Prof.Dr.Atja Sandjaja SH,MH:PMH Adalah Perbuatan Yang Melanggar Hak

0
20

jakarta,mediarakyatnusantara.comPerbuatan yang di lakukan para tergugat sangatlah terang benderang dan jelas merupakan kualifikasi Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHperdata. Hal tersebut didasari oleh bukti yang otentik maka kami mohon agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo ini dapat diputus secara serta merta, yakni putusan yang di putus sebelum putusan akhir, yang dapat di laksanakan dahulu dan agar mejelis hakim dapat meletakan Sita jaminan atas Benda bergerak maupun tidak bergerak milik Tergugat I dan Tergugat II. “ujar Diving SH. kuasa hukum penggugat dari kantor Hukum AGD & PARTNERS.

Saat ini sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Indotruck Utama Tergugat I dan Tommy Tuasihan Tergugat II masih terus bergulir disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ketika menjadi saksi ahli dalam persidangan, Mantan Hakim Agung ketua kamar perdata Profesor.Dr.Atja Sandjaja SH,MH, Mengatakan.” Perbuatan melawan hukum adalah perbuatan yang melanggar Hak dan kewajiban seseorang yang mengakibatkan kerugian, Akibat yang terjadi pada Perbuatan Melawan Hukum, Wajib adanya ganti rugi, Bagaimana caranya? Harus melalui pengajuan gugatan PMH ke pengadilan. “ujar Prof.Dr.Atja Sandjaja SH.MH.

Mantan Hakim Agung ketua kamar perdata Profesor Dr Atja Sonjdaya SH,MH menjadi saksi ahli dalam perkara PMH

Menurutnya, gugatan para penggugat tidak Nebis In Idem dengan perkara Nomor 157/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Utr, “Nebis In Idem adalah Apa yang dituntut harus sama berdasarkan pada alasan yang sama yang diajukan oleh pihak yang sama dan terhadap pihak-pihak yang sama dalam hubungan yang sama juga,” ujar Prof.Dr. Atja SanDjaja SH,MH..

Perbuatan Melawan Hukum yang di lakukan oleh PT Indotruck yakni dimana PT Indotruck secara tanpa Hak telah menyerahkan 2 lembar Giro atas nama Alfin kepada Tommy Tuasihan tanpa persetujuan pemiliknya (Alfin). Giro atau nama Alfin dengan No EB 211206 tertanggal 17 Desember 2017 dan Giro No.EB 211207 tertanggal 17 januari 2018.Masing-masing Giro tersebut senilai Rp.500.000.000,-

Meskipun dalam perkara a quo yang di cairkan oleh Tommy hanya Giro No.EB 211206, Namun perbuatan Tommy tersebut jugs dapat di kategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH).dan jelas merupakan kualifikasi Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHperdata.” tandasnya.

tim kuasa hukum para Penggugat saat mengikuti jalanya Persidangan PMH di pengadilan negeri jakarta utara

Dalam persidangan juga terungkap dan terbukti perbuatan melawan hukum tergugat I diakui oleh tergugat I yaitu menyerahkan secara sepihak tanpa hak dan melawan hukum ,telah menyerahkan 2 lembar Giro No EB 211206 tertanggal 17 Desember 2017 dan Giro.No EB 211207  tanggal 17 Januari 2018 atas nama Penggugat II ketangan tergugat II tanpa persetujuan dari pada Penggugat I dan terlebih lagi utamanya adalah persetujuan dari Penggugat II. Oleh karena Giro tersebut merupakan milik penggugat II dan tidak ada alasan pembenaran secara hukum.

Klien kami berharap majelis Hakim Mengabulkan seluruh gugatan Arwan Koty dan Alfin untuk seluruhnya serta untuk menjamin agar gugatannya tidak sia-sia dan hanya menang diatas kertas, Penggugat juga berharap agar mejelis hakim dapat meletakan Sita jaminan atas Benda bergerak maupun tidak bergerak milik Tergugat I dan Tergugat II.”ujar Diving Safni SH (kuasa hukum penggugat).

Hingga berita ini di turunkan kuasa hukum PT Indotruck Utama dan kuasa hukum Tommy Tuasihan belum memberikan keterangan.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here