Presiden Minta Perkecil Ketimpangan Kapasitas ‘Testing’ Antardaerah dan Terus Tambah Tempat Isolasi Covid-19 Tanpa Gejala atau Bergejala

0
12

Jakarta, mediarakyatnusantara.com,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampaikan bahwa ketimpangan kapasitas testing antardaerah harus segera diperkecil.

“Jangan sampai ada yang sudah terlalu tinggi tapi ada provinsi-provinsi yang lain yang masih jauh di bawahnya,” ujar Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) membahas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara daring dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9).
Kepala Negara mencontohkan misalnya di DKI Jakarta sudah mencapai 324.000 testing, Jawa Timur masih 184.000 testing, Jawa Tengah 162.000 testing, di Jawa Barat 144.000 testing, dan provinsi-provinsi yang lain yang masih di bawah 100.000 testing.
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan, karena itu, pemahaman mengenai penyebaran Covid-19 sangat penting dalam menangani pandemi ini sehingga tidak bisa dibandingkan dengan negara lain yang bukan kepulauan.
“Oleh sebab itu, saya minta ini kepada Menteri Kesehatan dan Komite Satgas untuk fokus dalam penanganan ini sehingga hasilnya setiap minggu bisa kelihatan angka-angkanya,” kata Presiden.
Ditekankan Presiden, peningkatan penegakan disiplin dalam menjaga protokol kesehatan, sangat penting terutama mengenai masker dan physical distancing.
Soal pemulihan ekonomi nasional, Presiden sampaikan masih punya waktu sampai akhir September dalam meningkatkan daya ungkit ekonomi, daya beli masyarakat, dan konsumsi rumah tangga di kuartal III ini.
“Oleh sebab itu, saya minta seluruh program insentif yang sifatnya cash transfer agar benar-benar diperhatikan, dipercepat,” tandas Presiden

Selain itu Pemerintah terus menambah tempat isolasi Covid-19 tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan maupun ketersediaan tempat tidur dan ICU di rumah sakit rujukan untuk kasus-kasus berat.“Kita lihat di rumah sakit darurat di Wisma Atlet Kemayoran ini masih kosong, bisa menampung 2.581 pasien, ini masih mempunyai ruang, ini yang untuk gejala ringan. Ini 858 di tower 6 dan 1.723 di tower 7,” ujar Presiden.

Untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran, Presiden sampaikan juga masih tersedia kapasitas 4.863 ini di tower 4 dan tower 5. “Ada juga di Balai Pelatihan Kesehatan di Ciloto juga ada 653 orang yang bisa ditampung di situ dan beberapa di Balpekes di Batam, di Semarang, di Makassar juga terus disiapkan,” kata Presiden.
Pemerintah, lanjut Presiden, juga menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan agar tidak melakukan isolasi mandiri yang berpotensi menularkan kepada keluarga.
“Kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1-bintang 2 untuk menjadi fasilitas karantina. Ini tolong ini juga disampaikan ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3.000, ini kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada,” ujarnya.
Kepala Negara juga meminta kepada menteri terkait memastikan ketersedian mengenai tempat tidur dan ICU di rumah sakit rujukan untuk kasus-kasus yang berat.
“Saya minta ini agar Menteri Kesehatan segera melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh rumah sakit. Sehingga rumah sakit betul-betul menjadi tempat yang aman dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19,” tandas Presiden. (red)
sumber setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here