Permintaan Maaf

Jakarta, MRN,- Saya Harry Wibowo/ Pemimpin Redaksi Media Rakyat Nusantara.com , dengan sadar dan kerendahan hati menyatakan memohon maaf kepada pihak keluarga   Suseno Halim karena adanya pemberitaan yang kami beritakan pada tgl 16 November 2018 yang berjudul “SUDAH BERBULAN-BULAN TAK KUNJUNG DISIDANGKAN,KORBAN PENGEROYOKAN KECEWA TERHADAP KAJARI JAKARTA UTARA”. berita tersebut kami beritakan tanpa meminta klarifikasi terlebih dahulu terhadap pihak keluarga Suseno Halim/ Luciana.

Penyelesaian dan musyawarah telah kami lakukan di Dewan Pers yang berlangsung pada hari selasa tanggal 25 juni 2019.

Berikut Hak Jawab Keluarga Suseno Halim, melalui WA (087xxxxxxxxx) :

NIAT JUAL RUMAH PEMILIK MALAH DIJEBLOSKAN KE PENJARA, RUMAH HILANG UANG HILANG !”

Berawal dari  Soeseno Halim mau menjual rumah kepada kakak beradik Arifin lie dan Herman Yusuf (yang mengaku sebagai wartawan). Setelah diberikan tanda jadi (DP), serta dipinjamkan kunci rumah dengan alasan mau di renovasi tetapi tanpa seizin pemilik ( Soeseno ) rumah tersebut ditempati oleh saudara Herman beserta keluarganya dan sisa pembayaran tidak dilunasi malah digugat ke pengadilan. Setelah ada putusan pengadilan yang  menyatakan uang muka dikembalikan ditambah ganti rugi renovasi, Soeseno sebagai warga negara yang taat pada Hukum maka Soeseno melaksanakan putusan tersebut, akan tetapi Herman Yusuf tetap tidak mau mengembalikan atau meninggalkan rumah tersebut malah menggugat minta uang muka lagi ke pengadilan Jakarta Utara.(red)

Soeseno sudah mensomasi Herman untuk segera mengembalikan rumah tersebut dan dalam gugatan sudah dimintakan ke pengadilan lewat gugatan Rekonvensi. Karena kuatir rumah itu disalahgunakan oleh Herman Yusuf maka Soeseno memberi kuasa kepada saudara Erick untuk menjaga, merawat rumah miliknya yang sah, Herman dan keluarganya melaporkan adanya Pengeroyokan ke Polres Jakut, tetapi kenyataannya Soeseno tidak melakukan pengeroyokan, melainkan berada di pos RW untuk meminta bantuan mediasi kepada pihak keamanan, dikuatkan pada fakta persidangan saksi dari JPU anton Hardiman, SH yaitu Kepala keamanan dan seorang satpam keamanan komplek juga mengatakan hal yang sama bahwa Soeseno bersamanya di Pos RW ditambah dikuatkan dengan semua saksi persidangan mengatakan tidak ada yang melihat terjadi pengeroyokan / diinjak selain dari korban sendiri yang mengatakan hal tersebut.

Pengerusakan dan pengeroyokan terhadap rumah anggota Keluarga Wartawan Herman Yusuf adalah tidak benar karena berdasarkan faktanya bahwa rumah tersebut dengan sertipikat atas Nama Soeseno Halim dimana secara Sah Soeseno Halim adalah pemilik sah atas rumah tersebut, dikuatkan dengan putusan pengadilan negeri No.560/PDT.G/2017/PN Jakarta Utara menyatakan bahwa rumah tersebut milik Soeseno Halim secara sah.

Sekarang Soseno Halim malah dijebloskan ke dalam penjara atas laporan Herman Yusuf .

Oleh karena itu Keadilan Harus ditegakan jangan yang salah menjadi benar , yang benar menjadi salah karena Hukum itu harus ditegakan berdasarkan Fakta yang ada. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *