Pengrajin Olahan Sederhana Ubi Kayu Menjadi Makanan Lokal Khas Tomia ”Kasoami”

0
6

mediarakyatnusantara.com,Wakatobi- Kasoami bagi masyarakat Wakatobi, khususnya Tomia memiliki arti penting dan strategis. Kasoami dijadikan makanan pokok sekaligus sebagai media keakraban dan persaudaraan. Suasana seperti itu,semakin terasa pada saat-saat datang dari rantau,niaga,pendidikan atau lebih-lebih berada di daerah rantauan dimanapun berada.

Seperti pantauan awak media saat di bincangi dengan salah satu pengrajin kasoami,mengatakan bahwa kasoami adalah jenis makanan sederhana yang mana cara olahannya pun sangat sederhana dan menghasilkan dengan rasa santapan yang nikmat pula.
(24/06)

Kasoami dijadikan makanan utama mengalahkan jenis makanan pokok lainnya seperti beras dan jagung serta juga sebagai bekal perjalanan dan buah tangan untuk sesama masyarakat Wakatobi khususnya.

Kasoami dibuat dari ubi kayu,biasanya di sajikan dengan ikan bakar yang masih panas-panas,ikan asin yang digoreng dan di saus sambal,cumi-cumi yang di bakar,udang(lopster) dan hasil-hasil laut seperti kima baik yang masih mentah ataupun yang sudah dimasak dan jenis bulu babi yang masih mentah dan ataupun yang dimasak,yakni di buka isinya semua di gabungkan dalam satu buah jenis bulu babi yang di namakan ‘kukure’.

Sementara pembuatan proses kasoami dimulai dengan pemilihan ubi kayu yang bagus/segar. Kasoami berasal dari kata ‘soa'(uap panas)yang berarti makanan yang dari bahan ubi kayu setengah olah,kemudian di matangkan dengan proses uap panas atau pengukusan.

Bahan olahan sederhana dari ubi kayu menjadi kasoami,diperoleh dari tepung ubi kayu segar yang dinamakan ‘kaopi/opi’atau ‘gepe’,tepung geplek dan ubi kayu yang telah difermentasi,sehingga mutu kasoami yang dihasilkan sangat bervariasi. Pada umumnya,Kasoami yang tersedia di pasar-pasar atau di rumah-rumah warga yang membuat itu untuk di jual adalah hasil olahan ubi kayu segar/tepung ubi kayu (kaopi/opi/gepe)

(Ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here