Kemenpora, PB PON 20 dan KONI Pusat Rapat Bahas Pengadaan Peralatan

0
45

Jakarta, Media Rakyat Nusantara – Koordinasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Panitia Besar (PB) PON dalam rangka Pengadaan Barang Peralatan Pertandingan PON XX (Ke-20) TAHUN 2021 di gelar oleh Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kemenpora.

“Kami menginisiasi untuk rapat koordinasi dengan Kemenpora, mem-follow up persiapan pengadaan peralatan dan sarana PON yang menjadi tanggung jawab Pemerintah pusat dalam hal ini Leading Sektornya adalah Kemenpora,” terang Ketua Panitia Bidang 1 PON XX 2021 Papua, Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST MT kepada Wartawan di Hotel Peninsula Jakarta Barat, Kamis (26/11/2020).

Yusuf menuturkan, khusus dalam bidang peralatan PON diadakan untuk 37 Cabang Olahraga (Cabor) yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian dari 37 Cabor itu, menghasilkan 56 disiplin Cabor yang harus diperebutkan medali emasnya di Papua.

Dari 56 disiplin Cabor itu masing-masing disiplin memiliki peralatan khusus dimana sebagian besar pengadaan peralatan dan sarana dilaksanakan oleh Pemerintah pusat.

“Nah dari 56 cabang olahraga itu, pemerintah mendapat tanggung jawab (pengadaan) 36 peralatan. Dan kami PB PON Papua mendapat tanggung jawab 20 peralatan,” terangnya.

Menurut dia, untuk supaya proses-proses ini bisa berjalan, yang berhubungan dengan merek, dengan proses pengadaan, dengan spesifikasi teknis yang direkomendasikan oleh masing-masing pengurus besar melalui perwakilan, namanya Tehnical Delegate maka itu perlu dilakukan rekonsilidasi.

“Apakah hal-hal yang menjadi kebutuhan dari masing-masing Cabor yang diadakan oleh Kami di Papua maupun di Kemenpora apakah sudah sesuai atau tidak, sehingga nanti tidak terjadi balas pantun ketika pertandingan dilaksanakan di Papua yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021.” ulas Yusuf.

“Itu tujuan kita melaksanakan rapat konsolidasi tentang peralatan dan sarana PON XX 2021 di Papua.” terangnya.

Yusuf Yambe menambahkan, sesuai instruksi Presiden Jokowi, bahwa PON XX Papua harus dilaksanakan.

“Makanya kita terus bekerja keras yang merupakan kolaborasi dari pemerintah daerah, pemerintah pusat dan kami sebagai Panitia Besar PON. Dan semua masih on the track dan kami tetap yakin bahwa PON di Papua pasti jadi.” tandasnya.

Sementara itu, Agus Prayitno, Penanggung Jawab Pengadaan peralatan dan sarana untuk 36 disiplin Pertandingan (dari 56 disiplin Cabor yang dipertandingkan) di PON ke-20 tahun 2021 Papua mengatakan secara teknis tidak menemukan kendala dalam proses pengadaan peralatan dan sarana untuk 36 disiplin Cabor tersebut.

“Karena semua sudah menjadi standar dari Teknical Delegate yang sudah mengajukan, Sudah final semua dan tidak mengalami perubahan,” kata Agus.

Koordinasi dan persiapan yang berkaitan dengan Pengadaan peralatan dan sarana termasuk melakukan konsultasi kepada pihak-pihak terkait seperti LKPP, BPKP dan Inspektorat untuk mengadakan pelelangan.

“Kita sudah siapkan pada hari ini juga, kemungkinan paling lambat pada pertengahan Desember 2020 itu kita sudah lakukan Pra-Dipa,” tandas Agus.

Agus menerangkan, dalam proses pengadaan perlatan dan sarana 36 disiplin Cabor yang dipertandingkan ditentukan melalui mekanisme, tender, penunjukan langsung dan semua sudah ada acuannya.

Diketahui, pelaksanaan PON 20 Papua ditunda yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, terpaksa ditunda hingga bulan Oktober tahun 2021. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here