Bukti Yang Diiajukan Hanya Fotochopy, Gugatan Mohamad Kalibi Ditolak Majelis Hakim

0
11

Jakarta,rakyatnusantara.com –Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak seluruhnya Gugatan yang dimohonkan oleh Mohamad Kalibi terhadap Hadi Wijaya dan Tujuh ahli waris H.Mamat Tristianto.

Ditolaknya gugatann Mohamad Kalibi oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena bukti-bukti yang diajukan oleh penggugat hanyalah fotochopi yang tidak dikuatkan dengan keterangan saksi.

Dalam surat putusannya, Ketua majelis Hakim Rianto Adam Pontoh SH, MH yang didampingi Hakim anggota anggota Dodong Iman Rusdani SH MH dan Sujaji SH MH, Menyatakan bahwa gugatan yang dimohonkan HM Rawi maupun Mohammad Kalibi tidak berlandaskan Hukum.

“Saksi yang di hadirkan penggugat tidak mendukung dalil-dalil penggugat. Bahkan terdapat keganjilan dari dalil-dalil penggugat. “tutur hakim anggota Dodong Iman Rusdani saat bacakan amar putusannya. 9/3/21.

Dalam pertimbangannya majelis Hakim menyebutkan bahwa kepemilikan tanah seluas 7.168 m2 yang diajukan HM Rawi dengan dasar suatu perjanjian dengan almarhum H Mamat Tristianto tidaklah berdasar hukum.

Dalam dalilnya, pembelian tanah seharga Rp 440 juta tersebut dilakukan pada awal Maret 2014. Namun pembayarannya dicicil sampai agustus 2019. Cicilan pembayaran yang dilakukan ada yang hanya Rp 200 ribu. Pada akhirnya total yang dibayar atas tanah itu menjadi Rp 670 juta. yang menerima pembayaran tidak jelas lagi siapa-siapa, karena H Mamat Tristianto sudah lama meninggal.

Notaris yang disebutkan dalam dalil penggugat membuat perjanjian antara HM Rawi dengan H Mamat Tristianto (alm) juga telah membuat surat pernyataan menyebutkan bahwa perjanjian antara keduanya bukan jual beli tanah obyek sengketa 7.168 m2.

Sedangkan dalil-dalil penggugat intervensi I dan II, Moh Kalibi, saat ini duduk sebagai terdakwa kasus pemalsuan, antara Moh Kalibi dengan penggugat (HM Rawi) hubungan menantu dengan mertua.

Disebutkan majelis hakim dalam persidangan, bahwa penggugat mendalilkan telah memiliki Sertifikat Hak Pakai (SHP) Nomor 247 dan SHP Nomor 248 atas tanah yang dipersengketakan di Jalan Kramat Jaya, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Namun kedua SHP itu tercatat bukan atas nama kedua penggugat intervensi. Melainkan atas nama Martin dengan luas yang berbeda.

Dengan ditolaknya seluruh gugatan penggugat HM Rawi, Penggugat intervensi I dan II Moh Kalibi dan Siti Mutmainah, Maka tanah seluas 7.168 m2 adalah sah dan meyakinkan sebagai milik tergugat delapan Hadi Wijaya.

“Jual beli atau over garap atas lahan obyek sengketa itu antara H Mamat Tristianto semasa hidupnya dengan tergugat delapan Hadi Wijaya mempunyai landasan hukum dan kepemilikan yang sah, “Rianto Adam Pontoh.

Hingga berita ini diturunkan Mohamad Kalibi maupun H.M Rawi belum dapat dimintai keterangan terkait ditolaknya permohonan gugatannya.

(Tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here