Ada Kesan Kurang Transparannya Anggaran Bansos Kota Bekasi

0
1

MRN News, Kota Bekasi – Guna memenuhi target, sebanyak 150.000 paket Bantuan Sosial (Bansos). Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sampai saat ini masih melakukan proses pendistribusian, bagi keluarga yang terdampak Covid-19. 

Kendati begitu, dalam hal penggunaan anggaran bansos Covid-19, Pemkot Bekasi belum dapat menetapkan pasti secara transparan kepada publik. Pengakuan itu diterima media ini pada, Selasa (28/04/2020), di Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi. 

Seperti yang dikatakan Yusuf Gozali, sebelumnya mantan, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, “Ditargetkan per KK nya (1 Paket-Red) itu Rp. 200 ribu. Tapi tergantung harga ini-nya, gak menetep (menetap-Red),” kata Yusuf, kepada wartawan yang juga mengaku telah pindah pada, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi. 

“Kita persuasif, tidak menetapkan dengan target itu,” sambung Albert, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Bencana Sosial Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Bekasi, di saat waktu bersamaan memberi keterangan, usai melakukan rapat gugus tugas Covid-19. 

Penjelasan lebih lanjut dari Albert bahwa, sistem pengadaan bahan bantuan sosial bukan seperti pengadaan barang biasa. Adapun proses pengadaan barang tersebut dengan sistem penunjukan langsung, nego harga barang, dan pembayaran, “Seperti swakelola, tapi swakelola semi permanen,” ucapnya.

Dalam hal ini Albert pun memastikan bahwa nantinya akan ada final dari harga per-paket bansos yang telah disalurkan kepada masyarakat, “Kalau sekarang belum bisa kita kalkulasikan, karena pasti ada final dari inspektorat. Nanti inspektorat yang menjawabnya itu,” papar Albert kepada media.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Yani, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi yang juga turut hadir saat itu, terlihat enggan untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran bansos Covid-19. Ia mengatakan, jika Dinas Sosial hanya sekedar mendata masyarakat penerima bantuan sosial.

Menurut pengakuan Yusuf, bantuan sosial tersebut tidak hanya diberikan sekali saja. Namun akan tetap diberikan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, dengan jumlah yang sama (150.000 paket bansos).  

Kali ini, pendistribusian bansos yang diberikan secara bertahap itu, telah sampai di tahap ke-5 pada Gelombang Pertama (April 2020). Lalu tahap ke-6 sedang di packing, untuk dilakukan pendistribusian pada hari berikutnya.  

Seperti data yang di dapat dari pihak Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat. Jumlah penerima sampai saat ini (Tahap ke-5), telah mencapai 1889 paket bantuan sosial. Berikut secara rinci data tersebut pada, Tahap ke-1 berjumlah 357 paket, Tahap ke-2 berjumlah 357 paket, Tahap ke-3 berjumlah 368 paket, Tahap ke-4 berjumlah 357 paket, dan Tahap ke-5 berjumlah 450 paket. 

Adapun harga rincian per-paket bantuan sosial Covid-19 Pemkot Bekasi. Harga satuan paket bansos tersebut, di dapat dari Kelurahan Kranji berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang, dari Dinas Sosial Kota Bekasi, berikut rinciannya : Beras Premium 5 Kg = Rp. 12.800/Kg, Mie Instan 7 pcs = Rp. 2.103/pcs, Sarden Ikan 1 Kaleng = Rp. 18.000, Kecap botol kecil = Rp. 4.625/botol, Saos botol kecil = Rp 3.475/botol, Minyak Goreng 1 liter = Rp. 12.650/liter, Biscuit Goriorio 20 pcs (1 Bungkus) = Rp. 8.687/bungkus (20 pcs), Stiker 1 lembar = Rp. 1.000/lembar, Leaptleat (brosur sosialisasi Covid-19) 1 lembar = Rp. 1.000/lembar, Masker kain 1 buah = Rp. 4.900, dan Serbuk Jahe 1 pcs = Rp. 15.200/pcs. 

Sekedar untuk diketahui, untuk pengusaha penyedia bahan bantuan sosial Covid-19, sebagian besar perusahan tersebut berdomisili di Kota Bekasi. Namun untuk anggaran yang ditargetkan, layaknya harga dari agen. (And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here